Semisal di Jakarta saat ini jam 12.00 siang, maka di Palestina, Eropa, Australia, dan belahan bumi lainnya juga jam 12.00 siang. Sekalipun di satu tempat jam 12.00 siangnya matahari masih bersinar terang dan di tempat lain telah gelap gulita. Perbedaan waktu itu barangkali tidak terlalu dirasa bagi mereka yang tidak terhubung dengan orang-orang yang tinggal di belahan bumi berbeda. Menurut dia, secara fisika hanya ada satu waktu di bumi ini, sedang perbedaan waktu yang ada saat ini berdasar pertimbangan ekonomi dan politis. Di satu tempat matahari mulai muncul di ufuk tanda adzan Subuh akan segera berkumandang, di belahan bumi lain adzan Isya baru saja selesai diperdengarkan.
Source: Republika September 19, 2021 22:30 UTC