"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak gempa ini merupakan jenis gempa berkedalaman menengah akibat aktivitas Subduksi Banda di zona Weber Deep," ungkap Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono. Baca juga: Gempa Hari Ini: M 3,8 Dirasakan di Pangalengan"Weber Deep merupan cekungan raksasa pada busur muka (fore arc basin) dalam sistem Subduksi Banda dengan kedalaman mencapai 7,2 km yang melengkung di Laut Banda," sambungnya. Katalog gempa BMKG mencatat di zona ini sudah terjadi beberapa kali gempa kuat dan diantaranya memicu tsunami," tambahnya. Sejarah gempa kuat pernah terjadi di wilayah ini di antaranya, gempa Banda pada tahun 1918 (M 8,1), 1938 (M 8,4), 1950 (M 7,6), 1950 (M 8,1), dan 1963 (M 8,2). "Dengan memperhatikan banyaknya catatan sejarah gempa kuat ini, maka zona Subduksi Banda merupakan kawasan sangat rawan gempa dan tsunami yang patut diwaspadai di wilayah Indonesia timur," tegas Daryono.
Source: Kompas June 15, 2019 01:41 UTC