Namun bukan sekadar penutup kepala, di dalam topi ini terdapat kamera yang tersambung dengan perangkat komputasi. Topi Google ini baru saja mendapatkan paten dari Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat, akhir Februari lalu. Namun, meski mengundang decak kagum, Glass adalah proyek yang bisa dibilang gagal. Teknologi ini pernah digunakan Google sebelumnya di Google Glass. Topi Google ini pun demikian.
Source: Koran Tempo March 11, 2017 00:00 UTC