Cina tak akan memakai mata uangnya sebagai senjata menangani konflik perdagangan. REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Gubernur Bank Sentral Cina, Yi Gang menyoroti risiko penurunan pertumbuhan ekonomi global yang baru-baru ini dirilis Dana Moneter Internasional (IMF). Meski demikian, Yi memastikan kebijakan moneter Cina ke depannya tetap netral. Cina tak akan menggunakan mata uangnya sebagai senjata menangani konflik perdagangan yang terjadi saat ini, khususnya perang tarif dengan Amerika Serikat. Semester kedua tahun ini, Cina fokus pada pencegahan dan resolusi risiko keuangan.
Source: Republika October 13, 2018 09:22 UTC