Pasalnya gula kristal putih impor mulai membanjiri pasaran dan membuat gula petani tidak laku. Dwi Irianto Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyampaikan, petani tebu di ujung tanduk. Hal ini karena maraknya gula rafinasi impor di seluruh pasaran saat ini. Gula petani terpuruk karena gempuran gula impor. Lantaran murahnya harga, membuat pasar dan masyarakat lebih memilih gula rafinasi yang begitu berlimpah di pasar, dibandingkan dengan gula lokal.Melihat kondisi yang membuat para petani tebu terpuruk ini, APTRI meminta kepada pemerintah agar melakukan moratorium impor gula.
Source: Jawa Pos July 31, 2018 22:17 UTC