"Islam yang dipahami di Arab Saudi dan juga di Indonesia adalah Islam yang mengedepankan pentingnya kerja sama pentingnya mendengarkan suara umat, suara rakyat dan pentingnya demokrasi dan lembaga-lembaga demokrasi. Itu artinya Islam yang dikembangkan di Arab Saudi tidak seperti yang dibayangkan soal radikalisme terorisme," kata HNW, beberapa saat usai acara pidato Raja Salman di DPR, Kamis (2/3). Kehadiran Raja Saudi ke Tanah Air setelah 47 tahun, kata ia, juga merupakan peran panjang para pemimpin di Indonesia. "Jadi ini undangan yang disampaikan oleh presiden Indonesia sejak waktu yang lama," ujarnya. Baca juga, Ini Kritik Politikus Gerindra Atas Ketidakhadiran Megawati di Pidato Raja Salman.
Source: Republika March 02, 2017 15:11 UTC