REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Hamas menegaskan akan membalikan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tentang Yerusalem. Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan tidak ada yang bisa mengambil Yerusalem, termasuk Israel atau pernyataan Trump. Tidak ada kekuatan yang mampu menawarkan Yerusalem ke Israel, tidak ada Israel yang ibu kotanya Yerusalem. Saat ini, Israel pun telah menutup bagian perbatasan dengan Gaza sebagai respon dari serangan dari Hamas sejak pernyataan Trump 6 Desember 2017 lalu. Pernyataan Trump tersebut hingga saat ini meninbulkan banyak kecaman berbagai pihak di dunia.
Source: Republika December 14, 2017 21:45 UTC