REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pakar pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Totok Agung Dwi Haryanto mengatakan harga pembelian pemerintah (HPP) seperti yang diterapkan terhadap gabah seharusnya menguntungkan petani. "Akan tetapi hingga saat ini, HPP belum bisa memberi keuntungan yang memuaskan petani," kata Guru Besar Fakultas Pertanian Unsoed itu di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (5/8). Dia menjelaskan, dalam dokumen rencana strategis Kementerian Pertanian, HPP ditentukan berdasarkan biaya produksi ditambah sedikit untuk memberi keuntungan kepada petani. "Belum memberi keuntungan yang bermanfaat luas bagi petani," katanya. Menurut dia, petani secara otomatis akan mencari dengan sendirinya karena mereka yakin produknya akan bisa dijual dan memberikan keuntungan untuk dirinya sendiri.
Source: Republika August 05, 2017 11:15 UTC