REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Senipah selama 32 jam sejak pukul 06.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita), Sabtu (27/8), berhenti beroperasi (shutdown). "Ada pemeliharaan pipa gas dari pemasok gas," kata General Manajer PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Utara Tohari Hadiat di Balikpapan, Jumat (26/8). Untuk menggantikan daya listrik yang hilang sementara PLTG Senipah berhenti beroperasi, PLN mengaktifkan secara penuh PLTG Peaking dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Balikpapan Unit 2. Tambahan daya dari PLTG Peaking adalah 60 MW. Meski demikian, sebab keadaan ini bukan keadaan normal, PLN menyebutkan masih ada potensi pemadaman listrik di kota-kota yang dialiri listrik dari Sistem Mahakam.
Source: Republika August 26, 2016 23:48 UTC