JawaPos.com - Pemerintah daerah dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) diminta segera mempercepat pembebasan lahan tol Kunciran-Bandara Soekarno–Hatta (Soetta) yang sudah sejak 2012. Danang mengatakan, ada dua risiko yang harus diperhatikan investor dalam pembangunan jalan tol di Indonesia yakni akuisisi lahan dan pelaksanaan konstruksi. Danang mengatakan, risiko akuisisi lahan sangat berkaitan erat dengan kemampuan BPN dan pemerintah kota/kabupaten untuk menyediakan lahan bagi pembangunan jalan tol. Seharusnya ruas tol yang lokasinya terkendala pembebasan lahan berkaca dengan daerah lain yang proses pembebasan lahannya berjalan lebih cepat, apalagi kalau masyarakatnya sudah bersedia untuk pindah. Jalan tol Kunciran-Bandara diharapkan membutuhkan lahan yang sangat besar yang dibagi ke dalam empat seksi pekerjaan meliputi seksi I Kunciran, Pakojan, Cipete.
Source: Jawa Pos March 11, 2017 04:52 UTC