Sains menuntun Helena mencintai Islam dan menjadi mualaf. Namun ia mulai tertarik pada sains dan membuatnya jatuh hati pada Islam hingga menuntunnya menjadi seorang mualaf. Ia pun mendaftar ke kamp 3 yang merupakan gabungan dengan kamp golf. Helena tumbuh menjadi gadis tanpa kekurangan apa pun, ia juga memiliki kepercayaan yang tinggi karena selalu mendapatkan nilai yang baik. "Tuhan bagi saya adalah citra seorang lelaki tua dengan janggut putih panjang dan saya tahu seorang lelaki tua tidak mungkin menciptakan alam semesta!
Source: Republika October 05, 2020 23:48 UTC