Bogor, Beritasatu.com - Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan hingga akhir tahun 2019 sebanyak 16.000 – 20.000 pelaku usaha mikro menggunakan aplikasi Laporan Akuntansi Usaha Mikro (Lamikro). Tujuannya agar para pengguna dalam hal ini para penggerak UKM mikro seluruh Indonesia dapat memonitoring aktivitas keuangan UKM mereka. Saat ini sudah ada 10 BPR di Provinsi Jawa Timur yang bersedia mensosialisasikan aplikasi Lamikro kepada nasabahnya. “Kami juga memanfaatkan para pendamping UKM yang telah mengikuti pelatihan aplikasi Lamikro untuk mensosialisasikan kepada para UKM binanannya,” pungkas Budi Mustofo. Apalagi kata dia, Aplikasi Lamikro yang bisa digunakan melalui smartphone dengan sistem operasi Android sangat mudah digunakan.
Source: Suara Pembaruan March 18, 2019 07:30 UTC