Psikolog menyebut masyarakat menjadi sesat pikir akibat hoaks. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya kabar bohong (hoaks) mengenai SARS-CoV2 yang menyebabkan Covid-19 bisa membuat masyarakat menjadi tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Dosen psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta Ikhwan Lutfi menjelaskan, hoaks menimbulkan dampak kecemasan, mengganggu eksistensi, serta menimbulkan ketidakpercayaan pada diri sendiri, orang lain, dan pihak otoritas. Menurut Ikhwan, di masa pandemi sekarang ini, hoaks juga memicu ketidakpatuhan sosial. "Hal itu menimbulkan sesat pikir serta cara berpikir yang pendek," tuturnya.
Source: Republika August 15, 2020 09:45 UTC