Pertumbuhan pendapatan Huawei diklaim mencapai 30 persen. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi asal China, Huawei Technologies Co Ltd, mengklaim mengalami pertumbuhan pendapatan sebanyak 30 persen. Alasannya, AS mengutamakan keamanan nasional yang melarang pemasok AS untuk menjual kepada perusahaan pembuat peralatan telekomunikasi terbesar kedua di dunia itu, tanpa persetujuan khusus. Menurut Bloomberg, perusahaan itu dapat mengamankan kontrak untuk peralatan jaringan generasi kelima atau 5G. Sementara dilansir di National Post, Huawei secara diam-diam membantu pemerintah Korea Utara membangun dan memelihara jaringan nirkabel komersial untuk negara itu.
Source: Republika July 23, 2019 22:36 UTC