Adapun nara sumbernya Deni Hadiana, pendiri IB; Zulfikri Anas, praktisi kurikulum kehidupan, dan Harry Firman, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Termasuk, sikap murid, pengetahuan murid, dan keterampilan murid. Ketiga, jika kurikulum, pembelajaran, dan penilaian sesuai dengan fitrah potensi sikap, potensi pengetahuan, dan potensi keterampilan murid, dengan sendirinya murid dengan difasilitasi guru akan menemukan garis edar kompetensinya masing-masing. Kita tidak perlu melibatkan mereka dalam penyusunan kurikulum, tapi jadikanlah mereka sebagai ‘pembuat’ kurikulum sesuai kebutuhan mereka di masa datang,” paparnya. Dim mengingatkan para guru agar segera bergerak dari pelaksana kurikulum ke pengembang sekaligus pelaksana kurikulum.
Source: Republika July 20, 2020 22:52 UTC