Jakarta, Beritasatu.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan melambat secara marginal menjadi 4,9 persen pada tahun 2020, dari 5 persen pada tahun 2019. Persentase tersebut didukung oleh kebijakan moneter yang akomodatif dan kebijakan fiskal yang ekspansif. Di samping permintaan domestik Tiongkok yang lebih lambat, kami melihat bahwa prospek ekspor regional dan investasi swasta akan tetap menantang. Ekspor bersih diperkirakan akan menjadi penghambat pertumbuhan pada tahun 2020 dengan latar belakang pertumbuhan global yang lamban, permintaan domestik Tiongkok yang lemah, dan ketidakpastian kebijakan seputar ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. Kebijakan moneter yang mendukung dan kebijakan fiskal yang ekspansif untuk melindungi perlambatan pertumbuhanBank Indonesia (BI) memiliki ruang untuk mengeksplorasi penurunan suku bunga lebih lanjut, sementara pemerintah sedang mengeksplorasi kebijakan fiskal yang ditargetkan, yang seharusnya dapat membantu mempertahankan konsumsi dan investasi.
Source: Suara Pembaruan December 04, 2019 08:37 UTC