Mobilisasi ASN oleh petahana untuk kepentingan pemenangan dalam pilkada dinilai paling berbahaya. Demikian diungkap Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo dalam kampanye virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN, Rabu (5/8/2020). “Mobilisasi ASN jauh lebih berbahaya, karena akan ada penyalahgunaan fasilitas negara, mengingat incumbent (petahana) melihat mesin birokrasi sebagai mesin politik,” kata Adnan. Dia menegaskan mobilisasi ASN dapat mengarah pada korupsi sekaligus mengganggu terciptanya sistem merit di birokrasi. Dia meminta Komisi ASN (KASN) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat mengawasi netralitas ASN.
Source: Suara Pembaruan August 05, 2020 13:07 UTC