REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Deni Friawan mewanti-wanti adanya risiko gelembung harga (bubble) di balik penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang perlu diwaspadai. Hal ini ia sampaikan merespons optimisme Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang memprediksi IHSG bisa menembus level 10.000 pada 2026. Dalam Media Briefing Outlook 2026 CSIS di Jakarta, Rabu, Deni menjelaskan penguatan IHSG saat ini bukan didorong oleh saham-saham dengan fundamental kuat, seperti perbankan besar atau emiten konsumsi utama. Kondisi itu menunjukkan adanya kenaikan harga saham yang tidak sejalan dengan kinerja dan fundamental emiten. Akibatnya, reli IHSG lebih menyerupai pembentukan bubble dibandingkan refleksi kekuatan ekonomi nasional.
Source: Republika January 07, 2026 15:03 UTC