KOMPAS.com - Pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang meminta buzzer pendukung Jokowi untuk tidak menyuarakan hal yang desdruktif bagi pemerintahan Jokowi ramai diperbincangkan publik. Pengamat media sosial Enda Nasuiton mengatakan bahwa buzzer merupakan akun-akun di media sosial yang tidak mempunyai reputasi untuk dipertaruhkan." Buzzer biasanya lebih ke kelompok orang yang tidak jelas siapa identitasnya, lalu kemudian biasanya memiliki motif ideologis atau motif ekonomi di belakangnya dan kemudian menyebarkan informasi," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (4/9/2019). Menurutnya, buzzer ada yang dibayar dan ada juga yang hanya sukarelawan. Lalu apa dampak keberadaan buzzer dan influencer tadi?
Source: Kompas October 06, 2019 01:18 UTC