TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom selama kebaktian Minggu di sebuah gereja Protestan di kota Kasindi, Kongo timur. Seorang juru bicara militer mengatakan serangan selama kebaktian kemarin itu kemungkinan dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), sebuah kelompok militan Uganda yang setia kepada ISIS. "Terlepas dari tindakan pengamanan yang dilakukan, indikasi pertama menunjukkan bahwa ADF-lah yang berada di balik serangan bom ini," kata Anthony Mualushay melalui telepon. Kasindi berada di provinsi tempat pasukan Kongo dan Uganda melancarkan kampanye melawan ADF, yang dimulai sebagai pemberontakan di Uganda namun telah berbasis di Kongo sejak akhir 1990-an. Kelompok ADF telah berjanji setia terhadap ISIS pada pertengahan 2019.
Source: Koran Tempo January 16, 2023 06:32 UTC