Imam al-Ghazali membiarkan lalat hinggap di tinta penanya saat menulis. Lalu, al-Ghazali dengan penuh percaya diri menyebutkan satu per satu amal bajik yang ia lakukan sepanjang hayatnya. Aku hanya mau menerima satu amalmu, yakni ketika kamu sedang menulis, seekor lalat masuk ke dalam tinta penamu untuk minum darinya. Lalu, kamu tinggalkan aktivitas menulismu itu sampai lalat itu mereguk puas tinta penamu,'' firman Allah. Bukankah seekor lalat sangat kecil nilainya bagi manusia dibandingkan dengan haji ke Makkah bagi yang berkemampuan?
Source: Republika November 22, 2019 21:56 UTC