REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masih maraknya kasus investasi bodong serupa Memiles dinilai lantaran lemahnya pengawasan. "Ketika jumlah peserta investasi bodong sudah banyak baru dilakukan upaya penindakan," kata Bhima kepada Republika.co.id, Ahad (19/1). Menurut Bhima, banyaknya masyarakat yang terjerat investasi bodong berkaitan dengan iming-iming hadiah yang menjanjikan. Bhima mengungkapkan, para pelaku investasi bodong biasanya menggunakan modus beragam dalam melancarkan aksinya. Untuk terhindar dari investasi bodong, menurut Bhima, masyarakat harus selalu memastikan seperti apa model bisnis yang dijalankan.
Source: Republika January 19, 2020 16:41 UTC