REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan, pendataan produksi pangan di Indonesia merupakan sebuah permasalahan yang belum diselesaikan pemerintah sejak lama. Rusli mengatakan, pendataan produksi menjadi penting karena produk pangan masih menjadi salah satu pengeluaran terbesar untuk konsumsi rumah tangga. Di sisi lain, Rusli menambahkan, data pangan dapat menjadi acuan pemerintah untuk menentukan kebijakan impor pangan seiring siklus pangan. Pada 2016 dan 2017, data luasan lahan sawah dan produksi sawah hanya dikeluarkan satu pihak, yakni Kementerian Pertanian, dengan metode berbeda. Meski sulit, Rusli mengatakan, pemerintah tetap harus segera mengeksekusi pendataan produksi pangan.
Source: Republika April 15, 2019 22:07 UTC