Pertama, menurutnya karena posisi pria yang akrab disapa Kang Emil terhadap partai-partai besar masih lemah. "Pertama, posisi tawar RK terhadap partai-partai besar masih lemah, sementara dia tidak ingin menjadi cawagub," kata Arif saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (9/8). Seperti diketahui, kemungkinan Emil mendapat dukungan dari partai besar seperti PDIP dan Golkar di Pilgub Jabar terancam pupus. Hal itu setelah kedua partai disebut-sebut telah menutup pintu bagi Emil dan lebih memilih dukung Dedi Mulyadi. Begitu pun dengan partai besar lainnya seperti Gerindra dan PKS.
Source: Republika August 09, 2017 04:41 UTC