Meski mempunyai KTP Malaysia dan menikmati fasilitas pendidikan dan kesehatan dari negeri jiran, Lewi mengatakan, rasa nasionalisme warga perbatasan masih tinggi. Upaya pelayanan KTP langsung cetak yang dilaksanakan oleh Disdukcapil tidak serta merta menyelesaikan permasalahan warga perbatasan yang mempunyai KTP ganda. Dengan mengantongi KTP Malaysia itu, warga mendapatkan pendidikan dan berobat gratis di Malaysia. Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Nunukan ini berharap pemerintah tidak mengabaikan nasib warga perbatasan di Kecamatan Lumbis Ogong. Menurut dia, warga perbatasan terlalu lama tidak tersentuh kesejahteraan seperti yang dirasakan oleh keluarga mereka yang telah menjadi warga negara Malaysia.
Source: Kompas July 27, 2016 16:04 UTC