Pasalnya, ada pada bagian buku ditulis Subhana Tuhan, Laa ilaha illa Tuhan dan Alhamdu Lil-Tuhan. Kami lakukan dengan mengontek pembeli dan mengirim stiker revisi yang bisa ditempelkan pada bagian yang salah," jelas Hani saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (24/5). Dia mengatakan, hingga kini, pihaknya masih terus mengupayakan mengirim stiker tersebut sebagai bentuk revisi dan menyetop penjualan pada buku tersebut. Hani memastikan, dalam buku tersebut hanya ada tiga kata yang mengalami kesalahan penulisanya itu Subhana Tuhan, Laa ilaha illa Tuhan dan Alhamdu Lil-Tuhan. Dan ketiganya ada dalam satu paragraf, sehingga cukup efisien melakukan revisi dengan memberikan stiker untuk ditimpahkan pada paragraf tersebut.
Source: Republika May 24, 2017 13:52 UTC