Ia mengemukakan hal tersebut pada Rapat Koordinasi Pusat BRSDM –KKP bertajuk “Peran Riset Inovatif dan SDM Unggul dalam Mendukung Pembangunan Kelautan dan Perikanan” di Bogor, Selasa (4/8). Prof Rokhmin kemudian memaparkan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membangun ekosistem inovasi kelautan dan perikanan yang kondusif. Output LITBANG semacam ini pasti layak publikasi di Jurnal Ilmiah nasional maupun internasional,” kata koordinator Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan 2020 – 2024. Jadi, mau mengembangkan teknologi nasional dari hasil riset (INVENSI) bangsa sendiri. Ia menambahkan, pemerintah memberikan insentif (seperti tax deduction dan bebas biaya impor untuk state of the art technology) dan penghargaan bagi swasta (industri) yang mau mengindustrikan INVENSI peneliti nasional.
Source: Republika August 04, 2020 06:56 UTC