TEMPO.CO, Jakarta - Kebohongan Dwi Hartanto, mahasiswa doktoral di Technische Universiteit (TU) Delft Belanda, terungkap. Sosok Dwi Hartanto ditulis secara "manis" oleh berbagai media nasional sebagai doktor muda (28 tahun) calon profesor bidang roket. Saat ini, Dwi masih menjalani program doktoral di grup riset Interactive Intelligence, Departement of Intelligent Systems di fakultas yang sama di Delft di bawah bimbingan Prof. M.A. Habibie, Dwi menyatakan bukan Habibie yang meminta bertemu dengannya, tapi dialah yang meminta pihak KBRI Den Haag untuk dipertemukan dengan Habibie. Karena semua kebohongan itu juga diunggahnya di akun media sosialnya, salah satunya Facebook, Dwi mengaku sudah menutup akun tersebut.
Source: Koran Tempo October 09, 2017 09:33 UTC