REPUBLIKA.CO.ID, SOLO --- Imam besar Masjid Agung Kraton Surakarta, Muhammad Muchtarom berharap tokoh masyarakat melakukan evaluasi pascainsiden bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta pada Selasa (6/7), pagi. Ia mengaku selama ini tokoh masyarakat dan agama tak henti-hentinya berupaya mencegah paham radikal di Surakarta. Ia meminta tokoh tidak bosan meluruskan makna jihad kepada masyarakat, khususnya di Surakarta. Ia menegaskan, Solo aman dan insiden tersebut tak berpengaruh apapun. "Imege Solo munculnya seperti itu (aksi teror), sebab itu kita terus berikan pemahaman makna jihad yang benar yang sempurna kepada warga," tuturnya.
Source: Republika July 06, 2016 02:26 UTC