Ia mengingatkan, khatib jangan menimbulkan kenecian apalagi kegaduhan. "Khatib harus mengajak kebaikan, jangan menimbulkan kegaduhan jangan menimbulkan kebencian," kata Ma'ruf yang ditemui usai sidang isbat penentuan Idul Fitri 1438 Hijrian, Sabtu (24/6). Kiai Ma'ruf berpendapat, khatib itu seharusnya merupakan orang yang hatinya dingin, dan memiliki obyektivitas sejak dalam pikiran. Sebab, kondisi itu dirasa akan membuat khatib bisa mengajak orang kepada kebaikan. "Orang yang jadi khatib itu orang yang hatinya dingin, sudah di pikirannya obyektif, sudah bisa mengajak orang dengan baik, kalu belum bisa jangan jadi khatib," ujarnya.
Source: Republika June 24, 2017 15:22 UTC