REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Sebanyak 220 kapal melintasi Selat Hormuz yang dikuasai Iran pada Maret, dengan kapal tanker pengangkut cairan menyumbang lebih dari setengah dari total penyeberangan, menurut data yang dibagikan oleh MarineTraffic dan Kpler, Jumat (3/4/2026). Lalu lintas melalui jalur air strategis tersebut tetap sangat condong ke arah pergerakan barat-timur dari Teluk, yang berjumlah 149 penyeberangan, atau 68 persen dari volume bulanan. Angka-angka tersebut muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, di mana pergerakan kapal tetap jauh di bawah tingkat normal sejak dimulainya konflik yang melibatkan Iran pada 28 Februari. Teheran telah mempertahankan kendali efektif atas selat tersebut, jalur air penting untuk pasokan energi ke negara-negara Asia, dengan mengizinkan kapal-kapal dari negara-negara yang disebut Iran sebagai "negara-negara sahabat." Laporan terbaru menunjukkan bahwa lalu lintas telah mulai pulih secara bertahap, meskipun volume transit masih jauh di bawah tingkat sebelum perang.
Source: Republika April 04, 2026 11:24 UTC