"Saya sarankan kalau daerah Teluk ini aman terhadap serangan-serangan, maka otomatis perdagangan lebih lancar," ujar Bawazeer dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/4/2026). Kemudian, beberapa perusahaan pelayaran tidak berani mengeluarkan nomor booking karena khawatir terhadap risiko perang sehingga mengambil sikap wait and see. - (EPA/STRINGER)Sebagai informasi, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menekan sejumlah sektor perdagangan Indonesia, terutama yang berkaitan langsung dengan energi dan biaya logistik. Budi menyebut dampak terbesar akan terasa apabila terjadi gangguan distribusi minyak global, termasuk kemungkinan penutupan Selat Hormuz. Lebih lanjut, sektor ekspor akan menghadapi tekanan ganda, yakni kenaikan biaya produksi dan pelemahan permintaan global akibat ketidakpastian ekonomi.
Source: Republika April 04, 2026 10:47 UTC