REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa dampak radioaktif dari serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr berpotensi menghancurkan kehidupan di ibu kota negara-negara kawasan Teluk Persia. Pernyataan itu disampaikan Araghchi pada Sabtu (4/4), menyusul laporan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel. “Dampak radiasi akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC, bukan Teheran,” ujar Araghchi melalui media sosial X.Sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran melaporkan bahwa PLTN Bushehr menjadi sasaran serangan yang menyebabkan satu pekerja tewas. Selain Bushehr, Iran juga melaporkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir lain, seperti Natanz pada 1 dan 21 Maret, fasilitas air berat di Khondab pada 27 Maret, serta pabrik konsentrat uranium di Ardakan. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Source: Republika April 05, 2026 14:20 UTC