[REUTERS / Carlos Barriaoto]TEMPO.CO, Jakarta - Delegasi Iran di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut upaya Amerika mengembalikan sanksi nuklir ke negaranya sebagai propaganda. Sanksi embargo senjata itu sendiri pertama kali diterapkan pada 2007 lalu. Di sisi lain, juga karena menjalin kerjasama pengadaan misil jarak jauh dengan Korea Utara, yang juga mengembangkan senjata nuklir. Itu lah kenapa, di DK PBB, Amerika bersikeras sanksi embargo senjata Iran perlu diaktifkan lagi, sebelum habis masa berlakunya di bulan Oktober. Sebagian besar figur yang menjadi sasaran adalah pejabat dari program pengayaan nuklir dan pengadaan senjata Iran.
Source: Koran Tempo September 21, 2020 02:37 UTC