REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seiring intensifikasi pergerakan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dan kemungkinan serangan terhadap Iran yang kian nyata, kelompok Houthi Yaman tengah melakukan persiapan militer secara diam-diam. Mereka memobilisasi pejuang, mendirikan lokasi senjata baru, dan meningkatkan tingkat kewaspadaan, langkah yang mengisyaratkan peran krusial dalam konfrontasi yang mungkin terjadi. Mobilisasi ini terjadi pada saat Houthi dipandang sebagai salah satu senjata regional terpenting Iran untuk melakukan pembalasan. Islam al-Mansi, peneliti Mesir yang mengkhususkan diri dalam urusan Iran, menilai Teheran kemungkinan akan menghindari mempertaruhkan semua kartunya kecuali benar-benar diperlukan. Beberapa laporan intelijen menunjukkan bahwa Garda Revolusi Iran telah berdiskusi dengan Houthi tentang pengaktifan arena dukungan alternatif dalam potensi konfrontasi AS-Iran, termasuk penggunaan sel dan senjata yang belum pernah digunakan sebelumnya.
Source: Republika February 07, 2026 15:46 UTC