REPUBLIKA.CO.ID, LILONGWE -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menarik staf dari dua distrik di Malawi selatan, menyusul merebaknya isu vampir yang memicu kekerasan massa dan menyebabkan setidaknya lima orang tewas. Kepercayaan akan ilmu sihir tersebar luas di pedesaan Malawi, yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Koordinator PBB, Florence Rolle, mengatakan, beberapa staf PBB telah pindah, sementara yang lain masih berada di distrik-distrik tergantung pada lokasi kegiatan mereka. "UNDSS terus memantau situasi ini dengan ketat untuk memastikan semua staf PBB yang terkena dampak kembali ke lapangan sesegera mungkin," demikian Rolle. Hal tersebut menyebabkan penghentian sementara aktivitas PBB di daerah tersebut hingga situasinya telah dinormalisasikan.
Source: Republika October 10, 2017 07:55 UTC