Alasannya, kondisi Jakarta sudah terlalu padat dan tidak ideal untuk masa depan ibu kota. Kriteria lain ibu kota baru itu, di antaranya, tersedia lahan milik pemerintah atau badan usaha milik negara (BUMN) perkebunan yang luas. Jumlah ASN yang dipindahkan sedikit karena budaya digital dapat mengurangi kebutuhan ASN di ibu kota baru. Dengan berkurangnya jumlah ASN yang dipindahkan, kebutuhan lahan ibu kota baru hanya 30.000 ha. “Yang pasti, akan ada status daerah khusus seperti yang dinikmati DKI (Jakarta, Red) sekarang,” ujar mantan menteri keuangan itu.
Source: Jawa Pos May 01, 2019 03:33 UTC