Pengamat mengatakan bahwa partai Abe, Partai Demokratik Liberal, dan mitra juniornya memiliki kesempatan berhasil. Pengunjuk rasa, sebagian dari mereka orang tua, berkumpul di depan gedung parlemen dan dekat taman, membawa plakat bertuliskan, antara lain, "Mundur, pemerintahan Abe" dan "Warga ubah politik". Pada saat unjuk rasa anti-Abe di tempat yang sama pada Agustus tahun lalu, panitia menyatakan bahwa 120 ribu orang bergabung. REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Ribuan penentang berunjuk rasa di pusat kota Tokyo, Ahad (5/6), mendesak Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mundur dan hukum yang mengizinkan militer berperang di luar negeri dibatalkan, sementara pemilihan anggota parlemen semakin dekat. Pada pemilihan umum 10 Juli mendatang, beberapa partai oposisi berharap tetap bergabung dengan pemerintahan Abe atas kemenangan mayoritas 121 kursi, yang diambil dari 242 anggota majelis, yang sudah memerintah mayoritas keseluruhan.
Source: Republika June 05, 2016 15:56 UTC