SEMARANG, KOMPAS.com - Air mata Fadilah (50) tak terbendung tatkala bercerita soal peristiwa pahit yang menimpanya pada 9 Mei tahun lalu. Dia mengenang rumah yang dihuni bersama keluarganya selama sembilan tahun di bawah jembatan layang Jalan arteri Yos Sudarso hancur berkeping-keping dihantam alat-alat berat. Kala itu, jeritan dan tangis warga baik ibu-ibu, nenek-nenek, dan anak kecil yang melihat ekskavator menggaruk habis puluhan rumah masih terngiang di telinga Fadilah. "Momen itu adalah titik terendah dalam kehidupan kami yakni saat kami benar-benar tidak punya apa-apa. Selang beberapa hari selepas penggusuran itu, 97 keluarga yang terdampak hidupnya terkatung-katung dan semakin sengsara.
Source: Kompas August 22, 2020 03:11 UTC