IstimewaTEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bank sentral tetap akan menjaga nilai tukar rupiah sesuai fundamental. Namun, penguatan rupiah ternyata dikhawatirkan semakin menekan kinerja ekspor. Perry menjelaskan faktor utama pendorong penguatan rupiah kali ini adalah inflasi yang rendah dan aliran modal asing yang masih besar. Lebih lanjut, Bhima sepakat penguatan rupiah dapat menekan sisi ekspor lantaran harga produk domestik di pasar internasional lebih mahal. Jika demikian, penguatan rupiah akan menurunkan daya saing RI.
Source: Koran Tempo January 28, 2020 02:37 UTC