Angka tersebut naik dari tahun 2019 yang mencapai 1.221 hoaks, di mana jumlah ini juga meningkat dari tahun 2018 yang mencapai 997 hoaks. Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho mengatakan, pada masa pandemi, jumlah hoaks terutama terkait kesehatan meningkat. Menurut Septiaji, hoaks yang tersebar di Indonesia lebih banyak ditemukan di platform Facebook. "Kalau di Indonesia, paling banyak ada di platform Facebook, diikuti platform lain seperti Twitter dan WhatsApp," jelas Septiaji. Dia mengatakan, hoaks yang berasal dari platform yang bersifat publik, seperti Facebook atau Twitter, lebih mudah ditelusuri.
Source: Kompas November 20, 2020 00:33 UTC