REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai jumlah partisipasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 berpotensi alami penurunan jumlah pemilih. Sebagai ilustrasi partisipasi pilkada pada 2015 mencapai 70 persen, 2017 sebanyak 74,2 persen, dan pada 2018 mencapai 73,24 persen. Djayadi mengatakan alasan pemilih enggan ke TPS karena pemilih merasa takut datang ke TPS lantaran pandemi covid-19 yang sampai saat ini angka penularannya masih tinggi. "Pilkada ini terlalu tajam penurunan partisipasinya, bukan karena pemilih tidak mau ke TPS, karena pemilih punya ketakutan datang ke TPS akibat pandemi," ujarnya. "Kampanye daring sulit menjangkau pemilih tanpa akses internet, itu bagaimana caranya pemilih tanpa akses internet punya kesempatan dapat sosialisasi tanpa menimbulkan masalah dari sisi kesehatan," ungkapnya.
Source: Republika September 05, 2020 21:45 UTC