Efril Kasiono*Melalui tulisan ini saya pribadi berharap bisa lebih giat lagi untuk memupuk minat baca, sebagai generasi milenial tentu ini menjadi persoalan tersendiri, ditambah lagi menekuni literasi dan minat baca, saya tekuni tak kurang dari 6-7 tahun belakangan ini. Bagaimana tidak, desa dampingan sering ‘menggantung nasib’ mereka kepada kejelian dan ketelitian dari pendamping desa, tak heran jika keberadaan pendamping desa ibarat ‘dokter’. Ditambah lagi minat baca orang Indonesia berdasarkan data UNESCO tahun 2021 hanya 0.01% saja dalam artian dari 1.000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat baca. Adanya Kepmen adalah upaya komprehensip dan terintegrasi dalam pemenuhan enam literasi dasar, yakni literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital serta literasi budaya dan kewargaan. Efril Kasiono adalah Pendamping desa Bondowoso**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id****) Ketentuan pengiriman naskah opini:
Source: Koran Tempo February 03, 2024 21:16 UTC