TEMPO/Firman HidayatTEMPO.CO, Samarinda - Wartawan televisi Samarinda mendapat perlakuan kurang menyenangkan saat melakukan tugas jurnalistiknya. Muhammad Rizki, 22 tahun, mengaku mendapat perlakuan intimidasi saat sedang merekam sebuah peristiwa kecelakaan di Kota Samarinda. "Saya memang sudah siap liputan, bawa kamera dan pakai id card," kata Riski, saat ditemui di Mapolsekta Samarinda Ilir, Sabtu, 10 Maret. Meski belum sempat merekam peristiwa kecelakaan itu karena diancam, sekelompok orang yang mengintimidasi Rizki memaksa untuk menghapus gambar di kameranya. Atas perlakuan ini Rizki melapor dan menjalani pemeriksaan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Mapolsekta Samarinda Ilir di Jalan Bhayangkara, Kota Samarinda.
Source: Koran Tempo March 11, 2017 13:02 UTC