TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan mahalnya harga obat-obatan tak terlepas dari tingginya harga bahan baku serta skema bisnis farmasi yang tak sehat dan tidak transparan. Baca: Freeport Tegaskan Belum Sepakati Perubahan Kontrak KaryaSyarkawi juga menyoroti dominasi bahan baku impor pada industri farmasi. KPPU menyoroti data mengenai perusahaan farmasi yang rata-rata mengimpor lebih dari 90 persen bahan baku. Untuk mencegah persaingan yang tidak sehat, KPPU dan Kementerian Kesehatan meneken nota kesepahaman (MOU) tentang pencegahan dan penanganan praktek monopoli ataupun kartel di bidang kesehatan. MOU itu berisi pengawasan terhadap industri farmasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan fasilitas kesehatan, dan pembiayaan kesehatan.
Source: Koran Tempo February 13, 2017 01:14 UTC