KPU baru tahu ada metode memanipulasi daftar pemilih lewat IT. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, membantah tuduhan adanya penggelembungan suara untuk salah satu kandidat pilpres dengan menggunakan sietem teknologi informasi (IT). Baru tahu ada satu metode untuk bisa memanipulasi daftar pemilih lewat IT. Sebagaimana diketahui, tim hukum BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto mengklaim telah terjadi penggerusan dan penggelembungan suara dalam proses Pemilu Presiden 2019. Berdasarkan hitungan Tim IT internal, kata BW, ada penggerusan suara 02 sebesar lebih dari 2.500.000 dan penggelembungan suara 01 sekitar di atas 20 juta.
Source: Republika June 14, 2019 16:07 UTC