Faktor itu berdampak besar pada roda perekonomian di seluruh sektor, terutama pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Saya melihat ada salah satu program cagub dan cawagub yang sangat pro terhadap perkembangan UMKM di Kaltim. Rudi menjelaskan, mengutip hasil observasi data Pusat Studi ASEAN Unmul bersama Disperindag kota/kabupaten se-Kaltim, sejak 2013, jumlah UMKM di Kaltim terus menurun. Pada 2013, observasi tersebut mencatat, di Kaltim terdapat 20.689 usaha di kualifikasi mikro. "Misalnya program Kaltim Membangun Desa, ternyata diikuti dengan kebijakan keberlanjutan pembangunan dengan Kaltim Mulus dan lain lain," sebutnya.
Source: Republika May 27, 2018 11:03 UTC