Migran menaiki kapal penjaga pantai Libya setelah mereka diselamatkan dari Laut Mediterania di lepas pantai Libya, 15 Januari 2018. REUTERS/Hani AmaraTEMPO.CO - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di bawah naungan PBB menyatakan sebanyak 74 migran tewas dalam insiden kapal karam di lepas pantai Libya, pada Kamis kemarin. Sebanyak 47 di antaranya berhasil diselamatkan penjaga pantai dan nelayan. Lepas pantai Libya merupakan titik utama bagi para pengungsi Afrika yang hendak menuju Eropa dengan menyebrangi Laut Tengah atau Mediterania. IOM juga menyampaikan bahwa pelabuhan Libya tidak aman untuk pemulangan karena banyak pengungsi yang berakhir di fasilitas penahanan, dan kerap dilaporkan terjadi pelanggaran HAM dan eksploitasi.
Source: Koran Tempo November 13, 2020 19:52 UTC