Aksi koboi Arivalianto itu terjadi di sebuah kafe di Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Jumat dinihari, kemarin. "Dia tidak mabuk. Baca: Diduga Tembak Panitera, Kepala Satuan Narkoba DitahanAnton mengatakan akan mengusut dugaan kelalaian yang dilakukan anak buahnya tersebut. Menurut keterangan kakak Burhan, Hariani Puly, dokter mengatakan peluru yang bersarang di panggul kanan atas adiknya sulit diangkat. "Peluru itu tidak bisa diangkat," ujar Hariani kepada Tempo, Sabtu, 27 Agustus 2016.
Source: Koran Tempo August 27, 2016 10:50 UTC