Dan Tito mengakui, masih banyak ditemui oknum polisi yang melakukan hal bertentangan dengan etik, bahkan melawan hukum. "Sikap arogansi, budaya yang masih koruptif, dan pengguna kekerasan eksesif, itu masih ada," ujar Tito di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/10/2016). Pembakaran kantor polisi dan perlawanan kepada aparat menunjukkan bahwa masyarakat tidak merasakan kenyamanan dengan apa yang dilakukan oknum kepolisian. (Baca: Kapolri Akui Program Reformasi Polri Belum Dipahami Merata hingga Polres-Polsek)Tito mengaku tegas dalam menjatuhkan reward and punishment (penghargaan dan sanksi). "Saya langsung melakukan video conference, saya ambil alih serah terimanya di depan saya dan itu di seluruh Indonesia memonitor," kata Tito.
Source: Kompas October 11, 2016 06:33 UTC